Kata Dalton aku kecil dan tidak dapat
dibagi.
Aku bola
pejal lemah yang bahkan tidak tahu apa itu sifat listrik.
Ah, payah
! Terlalu klasik, tak menarik.
Thomson
bilang, hidup tak sesederhana itu.
Ada
partkel dalam atom.
Aku tidak
benar-benar sendiri.
Tuhan tak
hanya menciptakan elektron, tapi juga proton.
Aku adalah
elektron yang tersebar acak.
Tak
mengerti jalan, apalagi tujuan.
Kemudian
Rutherford menyadarkan aku.
Sesungguhnya
dalam atom ada kamu, ada proton.
Kamulah
proton, yang menuntunku dengan muatan positifmu.
Kamulah
proton, yang membimbingku berjalan dalam lintasan.
Tapi waktu
semakin meluruh.
Kamu
menarik, menarik dan menarikku lagi
Agar aku
bisa bersamamu berada di inti.
Aku tak
sanggup.
Aku tak
mampu.
Aku jatuh.
Aku remuk.
Dan aku
bisa mati jika kamu terus memaksaku.
Mungkin
Bohr benar.
Aku tak
bisa berada di sisimu.
Energi
kita berbeda.tempat kita tak sama.
Biarkan
saya begini.
Biarkan
kamu tinggal di inti.
Tak perlu
aku.
Aku cukup
senang di sini, di lintasanku sendiri.
Mengagumi
dari jari-jari atom panjang nan jauh.
Bertahan
untuk stabil dan tak tereksitasi walau tanpamu.
Teori-teori
ini memang memisahkan kita.
Tak perlu
mengeluh pada hipotesis dan postulat.
Tak usah
mengutuki momentum sudut.
Tak ada
gunanya meratapi adanya peoilakan gaya inti dalam kebersamaan kita.
Sekali
lagi, biarkan seperti ini.
Aku hanya
punya satu permintaan, satu saja.
Aku harap
kamu akan terus ingat bahwa, ada aku.
Aku yang
selalu berlari di sekelilingmu.
Entah
sampai kapan.Karena kamu adalah orbit dalam atomku.
sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=14270956


0 komentar:
Posting Komentar