Olehku, pena ini menari diatas selembar kertas
Begitu tertatih tuk ungkapkan kritikan pedas
Tuk engkau, yang telah menggoreskan luka panas
Tuk engkau, yang merasa diposisi teratas
Tuk engkau, yang remehkan orang berdasarkan ras …
Jangan seenaknya kau bertingkah
Mentang-mentang kau punya jabatan tinggi dipemerintah
Kau acuhkan semua hasil musyawarah
Kau bilang, kau mau menjalankan amanah …
Kau bilang, kau mau bersumpah …
Tuk mengabdi, jadi anggota tinggi pemerintah
Tapi apa ???
Kau malah serakah …
Kau tak pedulikan rakyat bawah …
Kau tak pedulikan nasib para petani sawah …
Kau tak pedulikan pula masa depan pemerintah …
Kau hanya pedulikan hidupmu yang mewah …
Kau manfaatkan jabatan tinggimu hanya tuk berserakah
Apa kau tak sadar jika kau salah ???
Sadarlah …
Kalian, para benalu rambat dipemerintah …
Kepintaranmu itu sangat tak bermanfaat …
Jika hanya kau pakai tuk berkhianat …
Kau embat semua harta masyarakat …
Tuk kesenanganmu yang hanya sesaat …
Dan tahukah, kau benalu rambat ???
Kau telah berada dalam jalan yang sesat
Jadi, Segeralah kau bertaubat …
Sebelum kau menjadi orang mlarat
Hey, kalian para benalu rambat
Kalian itu seperti orang yang tidak punya bakat …
Jika terus bergantung pada harta masyarakat
Gunakan otak cerdas kalian tuk mengabdi pada Negara, juga
rakyat
Jangan terus menerus jadi benalu rambat
Yang hanya bisa rugikan Negara, juga masyarakat …
Olehku, Yoga Febriana


0 komentar:
Posting Komentar