Hujan ...
Kepadanya tanah-tanah kering dan tandus berharap
Seperti sepasang bangau letih yang sedang mengepak-ngepakkan sayapnya itu ...
Tertatih-tatih membelah angkasa, melayang-layang lunglai mencari genangan air ...
Tak ditemukan, walau berupa air yang hanya tetesan ....
Tanah-tanah sawah terbengkalai dalam pelukan kemarau
bermimipi tentang kesejukan yang ditawarkan selokan ...
Kerinduan itu berbicara tentang harapan agar semua musim adalah musim penghujan ...
hingga mampu melenyapkan musim kemarau ialah musim KEGELISAHAN
Demi langit yang tak sudi menurunkan hujan
Demi semesta yang kering kerontang....
Kepada tanah sawah yang basah DIA berteriak ...
"Aku kalah. AKU KALAH .... tak ada satupun manusia di dunia ini yang memahami aku, Duhai Semesta ???
Aku hanyalah seorang gadis yang lemah ditengah-tengah kehidupan manusia yang berhati baja."
DIA mencoba menghembuskan angin segar perubahan - Angin Harapan
Sejak saat itu ke saat ini, kebanggaanyya kian TERKIKIS, kian TIPIS, dan PUPUS pada musim KEGELISAHAN ... ^.^


0 komentar:
Posting Komentar